▴attention▴
▴kodim 1707/merauke▴ SEMARAK HARDIKNAS 2026 DI MERAUKE, MENYALAKAN HARAPAN GENERASI MUDA MENUJU MASA DEPAN SEJAHTERA
Merauke – Bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Merauke Jln. Brawijaya Kota Merauke, ratusan peserta yang terdiri dari pelajar, guru, serta unsur pemerintah dan masyarakat berkumpul mengikuti Semarak Hardiknas 2026 untuk merayakan pendidikan sebagai fondasi masa depan bangsa dengan tema “The Power of Youth in Co-Creating Education” dan subtema “Generasi Muda Hebat, Merauke Sejahtera”. Senin (27/4/26).
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, SH., LL.M., dan turut dihadiri Dandim 1707/Merauke Letkol Czi Dili Eko Setyawan, S.Ak., M.Han., Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M., Danyonif 13 Marinir Letkol Mar Yudha Hermawan Kurniadi, Sekda Kab. Merauke Yeremias Paulus Ruben Ndiken, S.Sos., Kadis Pendidikan Kab. Merauke Romanus Kande Kahol, S.IP., M.Si., dan Kepala Kantor Agama Merauke Herman Wona, S.Pd.K., M.Pd.K. serta Kadis TPH-Bun Kab. Merauke Josefa Louise Rumaseuw, S.Hut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penayangan video pendidikan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke yang menggugah semangat, dilanjutkan dengan tarian Yospan yang dibawakan siswa-siswi SMA Negeri 1 Merauke. Doa yang dipimpin oleh Pastor RD Simon Petrus Matruty, Pr., kemudian seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air.
Dalam sambutannya, Bupati Merauke menegaskan bahwa Semarak Hardiknas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang refleksi untuk melihat sejauh mana upaya bersama dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Ia menekankan pentingnya pendidikan dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan inovatif, yang kelak akan menjadi penggerak pembangunan di berbagai bidang kehidupan.
Beragam kegiatan digelar, seperti Expo SMK, Job Fair, serta Lomba Cerdas Cermat tingkat SMP, SMA, dan SMK, menjadi jembatan nyata antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Melalui kegiatan ini, para pelajar tidak hanya dituntut untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga diperkenalkan pada peluang dan tantangan di masa depan.
Dikesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama sistem penerimaan murid baru serta peluncuran bahan ajar Bahasa Marind sebagai wujud pelestarian budaya lokal.





