DANDIM 1707/MERAUKE DAN KETUA PERSIT IKUTI UPACARA DETIK-DETIK PROKLAMASI DI PAPUA SELATAN YANG BERL

By kodim 1707/merauke 21 Agu 2026, 19:16:13 WIT bhakti TNI
DANDIM 1707/MERAUKE DAN KETUA PERSIT IKUTI UPACARA DETIK-DETIK PROKLAMASI DI PAPUA SELATAN YANG BERL

Semangat kemerdekaan pada upacara detik-detik Proklamasi di Stadion Katalpal, Kota Merauke, Kabupaten Merauke - Papua Selatan berlangsung khidmat, Senin (17/8/2026). Sekitar 1.000 peserta dan tamu undangan memadati lapangan untuk mengikuti Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, upacara dipimpin Gubernur Papua Selatan Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., I.P.M.

Detik-detik pengibaran Sang Merah Putih menjadi puncak suasana haru dan kebanggaan. Tiga putra-putri terbaik Papua Selatan dipercaya menjalankan tugas pengibar bendera, Hatenatus Wagasu (SMA Katolik Yan Smit), Efesus Tiro (SMK Negeri 1 Seni dan Industri Kreatif Asmat) serta Fransisko Saverio Rangga (SMA Negeri KPG Merauke). Sementara pembawa baki Frederika Ketewa Kawap (SMA Negeri KPG Merauke).

Upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan kekuatan gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas, Damkar, Korpri, pelajar hingga mahasiswa. Sejumlah pejabat dan tokoh penting Papua Selatan turut hadir, di antaranya Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, Dankodaeral XI Laksamana Muda TNI Joko Andriyanto, Bupati Merauke Yosep Yanawo Yolmen, Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Prabowo, S.I.P. didampingi Ketua Persit KCK Cabang XVI Ny. Nanik Bayu Prabowo, Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C. dan Tokoh Sentral Papua Selatan Drs. John Gluba Gebze.

Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali komitmen seluruh masyarakat Papua Selatan dalam mengisi kemerdekaan. Mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, teks Proklamasi hingga doa bersama menjadi rangkaian yang mengingatkan bahwa kemerdekaan diraih melalui perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar.

Usai upacara dilanjutkan berbagai pertunjukan yang semakin menyemarakkan suasana peringatan kemerdekaan. Disinilah ada pesan kuat bahwa kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus dijaga melalui persatuan, gotong royong dan kerja nyata demi mewujudkan Indonesia yang semakin berdaulat, adil dan makmur.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment